Checklist Persiapan 11.11 buat Online Seller, Dua Minggu Sebelum Hari H
Checklist persiapan 11.11 buat online seller dari H-14 sampai H+3: stok, template balasan, broadcast aman, jadwal admin, ongkir, dan keranjang ditinggal.
cshub
26 Okt 2026 7 menit baca
Persiapan 11.11 paling aman dimulai dua minggu sebelumnya, yaitu Rabu 28 Oktober 2026. Tahun ini 11.11 jatuh di hari Rabu. Checklist di bawah dibagi per tanggal, dari H-14 sampai H+3, dan ditulis untuk online seller yang jualan lewat chat WhatsApp atau Instagram, toko online sendiri, atau marketplace sekaligus. Fokusnya enam hal yang paling sering bikin promo berantakan: stok, template balasan, broadcast, jumlah admin, ongkir, dan keranjang yang ditinggal.
Kenapa persiapan 11.11 harus mulai H-14?
Karena hampir semua masalah di hari H sebenarnya masalah yang telat ketahuan. Stok yang ternyata tinggal 12 padahal di katalog tertulis 40. Admin yang baru tahu harga promo jam 23.50. Broadcast yang dikirim ke 3.000 kontak sekaligus jam 00.01, lalu nomornya diblokir sebelum pesanan pertama masuk.
Dua minggu cukup untuk membereskan itu tanpa lembur. Lebih pendek dari itu, biasanya ada yang dikorbankan, dan yang dikorbankan hampir selalu kecepatan balas chat.
H-14 sampai H-10: tentukan promo dan hitung stok
Pilih produk yang dipromokan
Jangan diskon semua barang. Pilih 5-10 produk yang stoknya aman dan marginnya masih masuk setelah diskon. Contoh: kalau gamis harga normal Rp 189.000 dan modal Rp 110.000, diskon 20% jadi Rp 151.200. Masih ada sisa Rp 41.200 sebelum ongkos packing dan biaya admin. Kalau jualan juga di marketplace, hitung potongannya dulu.
Stok opname
Hitung fisik stok produk promo, jangan percaya angka di spreadsheet.
Samakan angka stok di semua tempat jualan: toko online, katalog WhatsApp, marketplace.
Tentukan batas stok promo per channel. Misalnya dari 60 pcs, 40 untuk marketplace, 20 untuk pembeli lewat chat.
Pesan bahan packing sekarang. Lakban, plastik, dan kardus ikut laris menjelang tanggal kembar, jangan sampai kehabisan di H-1.
Tulis aturan promo dalam satu kalimat
Kalau aturannya butuh tiga paragraf, admin akan salah jelasin. Contoh yang cukup jelas:
Diskon 20% semua gamis seri Nadia, berlaku 11 November jam 00.00 sampai 23.59, paling banyak 3 pcs per orang, tidak bisa digabung voucher lain.
H-9 sampai H-5: siapkan template balasan dan ongkir
Saat promo, sebagian besar chat isinya pertanyaan yang itu-itu aja. Buka lagi chat 11.11 tahun lalu kalau masih ada, polanya biasanya mirip: masih ada? ukuran apa aja? ongkir ke Bekasi berapa? bisa COD? kapan dikirim?
Tulis jawabannya sekarang sebagai quick reply. Contoh template:
Halo kak, gamis Nadia warna sage masih ready ukuran M dan L. Harga promo 11.11 Rp 151.200 (normal Rp 189.000). Mau kakak kirim ke kota mana? Nanti aku hitungin ongkirnya.
Pesanan yang masuk 11 November dikirim paling lambat 13 November ya kak. Nomor resi aku kirim ke chat ini setelah paket di-pickup kurir.
Ongkir jangan dihitung manual
Cek ongkir adalah pertanyaan yang paling menyita waktu admin. Satu pembeli bisa tanya tiga kota berbeda untuk dibandingkan. Kalau masih buka web kurir satu per satu, siapkan minimal tabel ongkir ke 10 kota tujuan terbanyak. Lebih baik lagi kalau sistemmu menghitung ongkir otomatis dari alamat pembeli.
Siapkan landing page atau link produk
Pembeli yang datang dari broadcast butuh satu link untuk langsung checkout. Satu produk promo, satu halaman, satu tombol beli. Jangan kirim link ke beranda toko lalu biarkan mereka cari sendiri.
H-4 sampai H-1: broadcast aman dan atur jadwal admin
Broadcast yang nggak bikin nomor diblokir
Ini titik yang paling sering bikin seller rugi. Kalau kamu broadcast lewat WhatsApp biasa (bukan WhatsApp Business API), pegang aturan ini:
Kirim hanya ke kontak yang pernah chat atau beli. Jangan ke nomor hasil beli database.
Pecah jadi beberapa gelombang. Misalnya 300 kontak per sesi, dengan jeda acak antar pesan.
Mulai teaser dari H-3, jangan semua di malam H-1.
Kasih cara berhenti: "Balas STOP kalau nggak mau dapat info promo lagi."
Pakai nama di pesan. Pesan yang persis sama ke ribuan orang lebih mudah ditandai spam.
Untuk daftar kontak ribuan, pertimbangkan WhatsApp Business API resmi. Ada biaya per pesan dari Meta, jadi hitung dulu (penjelasannya ada di artikel terkait di bawah).
Hitung kapasitas admin
Pakai hitungan kasar. Kalau satu admin rata-rata selesai 1 chat dalam 3 menit, dia bisa tangani sekitar 20 chat per jam. Misalnya tahun lalu di hari H masuk 600 chat dalam 6 jam pertama. Berarti 100 chat per jam, butuh 5 admin, atau 2 admin plus bantuan auto-reply untuk pertanyaan stok dan ongkir.
Bikin jadwal shift tertulis. Contoh: Admin A jam 00.00-02.00 dan 08.00-14.00, Admin B jam 10.00-18.00, owner pegang chat yang komplain dan nego grosir. Siapa yang pegang chat jam 00.00 harus jelas dari H-2, bukan diputuskan jam 23.30.
Uji alur pesanan sekali
H-1, pesan satu barang dari HP orang lain. Mulai dari klik link broadcast, tanya di chat, checkout, bayar, sampai notifikasi masuk ke admin. Kalau ada langkah yang bikin bingung, perbaiki sekarang.
Hari H, 11 November
Jam 00.00. Aktifkan harga promo. Cek satu produk dari HP sebagai pembeli.
Jam 00.00-02.00. Balas chat masuk. Pembeli tengah malam biasanya sudah niat beli, jangan biarkan mereka nunggu sampai pagi.
Jam 07.00. Broadcast gelombang kedua ke kontak yang belum beli.
Tiap 3 jam. Update stok. Begitu satu varian habis, ubah jawaban template dan tutup di katalog.
Jam 19.00. Pengingat terakhir: "Promo tinggal 5 jam lagi."
Pisahkan chat yang sudah transfer dari chat yang masih tanya-tanya. Yang sudah bayar harus diproses dulu. Kalau semua chat bercampur di satu HP, ini yang paling sering kelewat.
H+1 sampai H+3: kejar keranjang yang ditinggal
Banyak calon pembeli berhenti di tengah jalan. Mereka udah tanya ongkir, udah pilih ukuran, lalu hilang. Ada yang lupa, ada yang nunggu gajian, ada yang kebanyakan tab terbuka.
H+1. Kirim pesan ke yang sudah checkout tapi belum bayar. Sebut barangnya.
H+2. Follow-up yang tanya harga tapi belum pesan. Tawarkan perpanjangan promo khusus 24 jam kalau masih masuk hitungan margin.
H+3. Kirim resi ke semua pembeli, lalu catat angka: berapa chat masuk, berapa jadi pesanan, produk mana habis duluan.
Contoh pesan follow-up yang sopan:
Kak Rina, gamis Nadia sage ukuran L kemarin belum sempat dibayar ya. Stoknya masih aku tahan sampai jam 20.00 malam ini. Kalau jadi, link pembayarannya ada di bawah.
Catatan H+3 ini jadi modal untuk Harbolnas 12.12 sebulan kemudian.
Bagaimana cshub membantu persiapan 11.11
Kalau chat promo kamu masuk dari WhatsApp, Instagram, dan toko online sekaligus, cshub bisa mengurangi kerja manual di beberapa titik dalam checklist ini:
Semua chat dari WhatsApp, Instagram DM, Messenger, Telegram, dan live chat website masuk ke satu inbox, dan bisa dibagi otomatis ke beberapa admin.
AI agent bisa jawab pertanyaan stok, cek ongkir via Biteship, dan bikin pesanan dari chat, termasuk saat admin lagi tidur.
Broadcast dan follow-up bisa dijadwalkan, plus quick reply dan template pesan untuk admin.
Abandoned cart recovery untuk mengejar pembeli yang berhenti di tengah checkout di toko online.
Paket Trial gratis selamanya untuk 5 produk dan 10 transaksi, cukup untuk mencoba alurnya sebelum hari H. Detail paket lain ada di halaman harga.
FAQ
Kapan waktu terbaik mulai broadcast promo 11.11?
Mulai teaser H-3 (8 November), lalu pengingat H-1 dan dua kali di hari H. Kalau pakai WhatsApp biasa, pecah pengiriman jadi beberapa gelombang kecil supaya nomor tidak ditandai spam.
Berapa admin yang dibutuhkan saat flash sale?
Hitung dari jumlah chat per jam di promo sebelumnya dibagi kemampuan satu admin. Kalau satu admin bisa 20 chat per jam dan masuk 100 chat per jam, butuh 5 admin, atau lebih sedikit kalau pertanyaan stok dan ongkir dijawab otomatis.
Bagaimana mencegah stok minus saat jualan di banyak tempat?
Bagi kuota stok promo per channel sejak H-10 dan update tiap beberapa jam di hari H. Lebih aman lagi kalau stok dicatat di satu sistem yang dipakai untuk semua pesanan.
Apa yang harus dilakukan ke pembeli yang sudah checkout tapi belum bayar?
Kirim pesan pengingat di H+1 dengan menyebut barang dan batas waktu stok ditahan. Satu sampai dua kali follow-up cukup, lebih dari itu terasa memaksa.
Apakah perlu WhatsApp Business API untuk promo 11.11?
Tidak wajib. Untuk kontak ratusan, WhatsApp biasa dengan broadcast bertahap masih bisa. Kalau kontakmu ribuan dan rutin broadcast, API resmi lebih aman dari risiko blokir, tapi ada biaya per pesan.