Semua solusi
Travel & Keberangkatan Tersedia mulai paket Starter

Yang bikin capek bukan jualannya. Tapi nagihnya.

Satu jamaah butuh berbulan-bulan: nanya paket, banding-bandingin, DP, cicilan, paspor, vaksin, manasik, sampai berangkat. Puluhan orang, masing-masing di tahap berbeda. cshub yang inget siapa di tahap mana dan siapa yang kurang apa — jadi kamu nggak buka-buka grup buat nyari satu nama.

  • Semua jamaah kelihatan tahapnya di satu papan
  • Nomor paspor dan sisa cicilan nempel di kartu orangnya
  • Pengingat dokumen dan cicilan kekirim sendiri
🕌

Yang kamu bayar tiap hari tanpa sadar

Dokumen yang telat terus

Paspor belum dikumpulin, vaksin belum, foto belum. Ditagih di grup, tenggelam. Ditagih japri, satu-satu, makan setengah hari. Menjelang berangkat baru panik.

Cicilan yang nggak ada yang ngitung

Siapa yang udah bayar berapa, kurang berapa, jatuh tempo kapan. Semua ada di catatan yang beda-beda. Yang nunggak nggak ketahuan sampai mepet.

Calon jamaah yang menguap

Dia nanya harga bulan lalu, kamu jawab, terus sepi. Bukan karena mahal — karena nggak ada yang nyapa lagi. Padahal keputusan berangkat memang butuh berbulan-bulan.

Sehari di tempat kamu

Contoh alur harian — angkanya ilustrasi, bukan data pelanggan.

  1. 08:00 bocor di sini

    Buka WA: 30 chat, campur calon jamaah baru dan yang udah daftar.

  2. 10:00 bocor di sini

    Cek grup keberangkatan buat nyari siapa yang belum kirim paspor.

  3. 12:00

    Japri satu-satu buat nagih dokumen. Sejam habis.

  4. 14:00 bocor di sini

    Calon jamaah bulan lalu nanya lagi. Kamu lupa udah dijelasin apa.

  5. 16:00 bocor di sini

    Cek rekening buat cocokin siapa yang udah transfer.

  6. 20:00 bocor di sini

    Chat baru masuk nanya paket. Kebales besok.

Yang paling kepake buat kamu

Pipeline + Data Jamaah + Penagihan Otomatis

Tiap jamaah satu kartu, lengkap sampai nomor paspornya.

Papan tahapnya kamu yang bikin: Tanya, Daftar, DP, Lunas, Dokumen Lengkap, Berangkat. Tiap kartu bisa nyimpen data khusus jamaah itu — nomor paspor, tanggal keberangkatan, sisa cicilan. Yang belum lengkap gampang disaring, terus disapa sekaligus lewat WhatsApp tanpa ngetik satu-satu.

Baca detail teknis fiturnya Halaman fitur menjelaskan cara kerjanya lebih dalam.

Contoh percakapan

cshub AI

Assalamualaikum Pak Ahmad. Pengingat: dokumen paspor untuk keberangkatan 14 Oktober belum kami terima. Batas pengumpulan 30 Agustus ya Pak.

Pelanggan

oh iya lupa. besok saya kirim fotonya

cshub AI

Baik Pak, saya tunggu. Kalau ada kendala boleh kabari kami.

Yang jalan di belakangnya

01

Nomor resmi WhatsApp Business API

Volume chat travel itu besar dan musiman. Nomor resmi bikin pesan kamu lebih tahan dikirim banyak sekaligus, dan brand kamu kelihatan lebih meyakinkan buat transaksi puluhan juta.

02

Halaman pendaftaran dan form

Bikin halaman paket lengkap dengan form pendaftaran. Yang daftar langsung masuk jadi kartu, bukan numpuk di formulir kertas atau spreadsheet.

Lihat detail
03

Rangkuman harian ke WhatsApp kamu

Tiap pagi kamu dapat ringkasan: berapa yang nanya, siapa yang belum dibalas, siapa yang mandek. Nggak perlu buka dashboard buat tahu kondisi hari ini.

Lihat detail

Minggu pertama kamu

Hari 1

Bikin tahap sesuai alur keberangkatan

Tanya, Daftar, DP, Cicilan, Dokumen, Manasik, Berangkat. Sesuaikan sama cara kamu kerja sekarang.

Hari 3

Tambahin data khusus jamaah

Bikin kolom sendiri buat nomor paspor, tanggal berangkat, dan sisa cicilan. Nempel di kartu tiap orang.

Hari 7

Nyalain pengingat otomatis

Saring yang dokumennya belum lengkap, kirim pengingat sekaligus. Yang biasanya makan setengah hari jadi beberapa menit.

Bedanya sama cara kamu sekarang

Cara kamu sekarang
Pakai cshub
Nagih dokumen di grup, tenggelam
Disaring yang belum, disapa personal sekaligus
Cicilan dicatat di beberapa tempat
Nempel di kartu jamaahnya, satu tempat
Calon jamaah lama hilang tanpa disapa
Kelihatan mandek, naik ke daftar follow-up
Riwayat obrolan ilang waktu staf ganti
Nempel di kartu, staf baru langsung nyambung
Nggak tahu kondisi hari ini tanpa nanya tim
Rangkuman masuk WhatsApp tiap pagi

Yang biasanya ditanyain

Semua data ada di akun bisnis kamu, bukan di HP pribadi staf. Kamu bisa atur siapa yang boleh lihat apa lewat role dan permission — misalnya staf lapangan cuma lihat kontak, nggak lihat keuangan.

Bisa. Tiap agen punya akun sendiri, dan kamu bisa batasi mereka cuma lihat jamaah yang di-assign ke dia. Kamu sebagai pemilik tetap lihat semuanya.

Nomor biasa cukup buat mulai. Nomor resmi mulai kepake kalau volume kirim kamu besar dan rutin, atau kalau kamu mau tampilan brand yang terverifikasi.

Bisa, dan pesannya tetap personal karena nama serta datanya diambil dari kartu masing-masing. Kirimnya diantre dengan jeda supaya aman.

Ubah di satu tempat, lalu saring jamaah keberangkatan itu dan kirim kabar sekaligus. Nggak perlu buka grup satu per satu.

Coba dulu, gratis 7 hari.

Tanpa kartu kredit. Setup 5 menit. Bisa berhenti kapan aja.

Tersedia mulai paket Starter