Berapa Sebenarnya Potongan Marketplace & Cara Menghitungnya
Potongan marketplace bukan cuma biaya admin. Ada biaya program, iklan, sampai payment. Pelajari struktur biayanya, cara menghitung total potongan, dan simulasi dampaknya ke profit di omzet Rp 10–50 juta.
cshub
29 Jul 2026 7 menit baca
Jawaban singkatnya: total potongan marketplace umumnya berada di kisaran 8–12% per transaksi — tapi angka itu bukan satu biaya tunggal. Ia gabungan dari biaya administrasi, biaya program (seperti gratis ongkir), dan biaya layanan lain yang aktif di tokomu. Banyak seller hanya sadar biaya adminnya, lalu kaget margin bersihnya lebih tipis dari hitungan. Artikel ini membedah komponen biayanya satu per satu dan cara menghitung total potongan tokomu sendiri.
Angka pasti tiap komponen berbeda per platform, kategori produk, dan program yang kamu ikuti — dan bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, yang paling berguna buat kamu bukan tabel tarif (yang cepat basi), tapi cara menghitungnya — supaya kapan pun tarif berubah, kamu bisa hitung ulang sendiri dalam 5 menit.
Potongan marketplace itu terdiri dari apa saja?
Potongan marketplace adalah gabungan beberapa biaya yang dipotong otomatis dari setiap transaksi sebelum dana diteruskan ke seller. Komponen umumnya:
Biaya administrasi — persentase dasar per transaksi yang dikenakan ke semua seller. Besarnya berbeda per kategori produk dan tipe seller (reguler, star/mall, dan sejenisnya).
Biaya program — potongan tambahan jika kamu ikut program platform, paling umum program gratis ongkir dan program cashback/promo. Ini sering jadi komponen terbesar kedua — dan paling sering tidak disadari.
Biaya layanan/fitur tambahan — beberapa platform mengenakan biaya untuk layanan tertentu (misal layanan fulfillment, fitur premium toko).
Biaya iklan internal — teknisnya bukan "potongan", karena kamu yang memutuskan pasang iklan. Tapi di praktiknya, banyak toko sulit dapat trafik tanpa iklan internal — jadi masukkan ke hitungan biaya kanal.
Blok penting: saat seller bilang "potongan marketplace cuma 5% kok" — biasanya yang dimaksud baru biaya admin dasarnya. Setelah ditambah biaya program gratis ongkir dan biaya layanan lain yang aktif, total potongan riil umumnya sampai di kisaran 8–12%. Selalu hitung total semua komponen yang aktif di tokomu, bukan satu komponen saja.
Cara menghitung total potongan tokomu (5 menit)
Rumusnya sederhana:
Total potongan (%) = biaya admin + biaya program aktif + biaya layanan aktif
Langkahnya:
Buka pengaturan/laporan keuangan toko di seller center platformmu. Cari rincian "biaya" atau "fee" per pesanan.
Ambil 5–10 pesanan terakhir, lihat selisih antara harga jual dan dana yang benar-benar kamu terima.
Hitung persentasenya: (harga jual − dana diterima) ÷ harga jual × 100%.
Rata-ratakan. Itulah potongan riil tokomu — angka yang sebenarnya, bukan angka brosur.
Cara nomor 2–3 ini yang paling akurat, karena langsung dari transaksi nyata tokomu — sudah termasuk semua program yang aktif tanpa perlu membaca dokumen tarif satu per satu.
Gambaran tarif per platform (per pertengahan 2026)
Sebagai acuan awal, berikut kisaran biaya di marketplace besar Indonesia. Catatan penting: angka ini berubah dari waktu ke waktu dan berbeda per kategori produk serta status toko — jadikan gambaran, lalu verifikasi di Seller Center platformmu.
Marketplace | Skema biaya utama | Kisaran biaya admin | Catatan |
|---|---|---|---|
Shopee | Komisi per kategori + status toko (Non-Star/Star/Mall) | ± 2,5%–10% (Fashion, FMCG & Lifestyle di ujung atas) | Seller baru bebas biaya pemrosesan untuk 50 pesanan pertama |
Tokopedia | Komisi per kategori + komisi dinamis | Hingga ± 10%; total sebelum iklan umumnya 8–12% | Biaya pemrosesan Rp 1.250/pesanan |
TikTok Shop | Mengikuti struktur Tokopedia (satu entitas) | ± 1%–10% | Ada layer tambahan khas TikTok: komisi affiliate untuk kreator yang mendatangkan penjualan |
Lazada (Reguler) | Komisi per kategori | ± 4,25%–8% | Biaya pemrosesan Rp 1.250/pesanan |
Lazada (LazMall) | Komisi + layanan tambahan | ± 7,8%–10,3% | Biaya lebih tinggi dengan benefit eksklusif (branding, prioritas pencarian) |
Blibli | Komisi kategori & skema merchant | ± 5%–10% | Biaya pemrosesan termasuk skema komisi; fokus brand resmi & seller terverifikasi |
Dan satu angka yang perlu kamu sadari: kisaran di atas adalah biaya sebelum iklan. Kalau iklan internal platform ikut dihitung — yang di banyak kategori praktis wajib untuk bisa bersaing — total biaya efektif per penjualan bisa mencapai 15–25% dari harga jual. Ini kenapa menghitung potongan riil tokomu sendiri (cara di atas) jauh lebih penting daripada menghafal tabel tarif.
Simulasi: dampak potongan ke profit di berbagai level omzet
Asumsi: total potongan 10% (titik tengah kisaran umum), belum termasuk biaya iklan.
Omzet/bulan | Potongan 10% | Potongan/tahun | Setara dengan... |
|---|---|---|---|
Rp 10.000.000 | Rp 1.000.000 | Rp 12.000.000 | ± gaji 1 admin part-time |
Rp 20.000.000 | Rp 2.000.000 | Rp 24.000.000 | ± biaya tools jualan 5+ tahun* |
Rp 50.000.000 | Rp 5.000.000 | Rp 60.000.000 | ± gaji 2 karyawan setahun |
* Perbandingan ilustratif memakai tools all-in-one di kisaran Rp 300–500 ribu/bulan.
Dua hal yang terlihat dari tabel ini:
Pertama, potongan itu persentase — dia ikut membesar seiring omzet. Biaya tools atau website sendiri umumnya flat. Artinya makin besar tokomu, makin besar selisih antara "bayar persentase" dan "bayar flat". Di omzet Rp 10 juta bedanya belum terasa; di Rp 50 juta, itu gaji karyawan.
Kedua, potongan mengenai omzet, bukan profit. Kalau margin kotormu 30%, potongan 10% dari omzet itu setara sepertiga dari margin kamu. Ini kenapa dua toko dengan omzet sama bisa punya profit sangat berbeda — tergantung berapa persen penjualannya lewat kanal berpotongan.
Apakah potongan marketplace sepadan?
Jawaban jujurnya: sering kali iya — untuk pembeli baru. Potongan itu pada dasarnya "biaya sewa trafik": kamu membayar akses ke jutaan orang yang memang sedang mau belanja, plus sistem kepercayaan (rekber, rating) yang membuat orang asing berani transfer ke tokomu. Untuk toko baru atau produk baru, itu murah dibanding membangun trafik dari nol.
Yang membuatnya jadi mahal adalah saat pembeli lama pun terus lewat jalur berpotongan. Customer yang sudah kenal dan percaya tokomu tidak lagi butuh "sistem kepercayaan" marketplace — tapi kalau mereka repeat order lewat marketplace, kamu tetap bayar potongan yang sama seperti pembeli asing.
Di sinilah strategi yang dipakai banyak seller berpengalaman: marketplace untuk akuisisi, kanal sendiri untuk repeat order. Pembeli pertama datang dari marketplace; setelah itu, ajak mereka lanjut di WhatsApp atau toko online sendiri — di mana tidak ada potongan dan datanya milik kamu. Pembahasan lengkapnya ada di panduan kami:
Cara mengurangi beban potongan tanpa keluar dari marketplace
Tidak perlu langsung "cabut" dari marketplace — yang masuk akal adalah menggeser komposisi:
Hitung dulu potongan riil tokomu (cara di atas). Tanpa angka ini, semua keputusan cuma perasaan.
Pisahkan pembeli baru vs pembeli lama. Cek berapa persen order bulananmu datang dari orang yang sudah pernah beli.
Arahkan repeat order ke kanal sendiri. Sisipkan ajakan ke WhatsApp di paket/thank-you card; simpan kontak pembeli dengan rapi; sapa mereka saat ada produk baru.
Siapkan kanal sendiri yang serius. Minimal: katalog + checkout sendiri, satu inbox untuk semua chat, dan follow-up yang jalan otomatis — supaya pengalaman beli di kanal sendiri tidak kalah mulus dari marketplace. Platform seperti CShub menyediakan itu dalam satu dashboard (storefront tanpa potongan per transaksi, WhatsApp CRM, dan AI yang membalas chat sampai membuatkan invoice), mulai Rp 300.000/bulan dengan trial gratis 7 hari. (Disclosure: artikel ini ditulis tim CShub — tapi langkah 1–3 di atas berlaku apa pun tools yang kamu pakai.)
Evaluasi program platform secara berkala. Program gratis ongkir menaikkan konversi, tapi juga menaikkan potongan — cek apakah kenaikan penjualannya masih menutup biayanya untuk kategorimu.
FAQ — Pertanyaan yang sering ditanyakan
Berapa persen potongan marketplace di Indonesia? Total potongan umumnya di kisaran 8–12% per transaksi — gabungan biaya admin, biaya program (seperti gratis ongkir), dan biaya layanan yang aktif. Bila iklan internal ikut dihitung, biaya efektif bisa mencapai 15–25%. Angka pastinya berbeda per platform, kategori, dan tipe seller, serta bisa berubah sewaktu-waktu; cara paling akurat adalah menghitung dari selisih harga jual dan dana diterima di 5–10 pesanan terakhirmu.
Kenapa dana yang saya terima lebih kecil dari hitungan biaya admin? Hampir selalu karena ada biaya program yang aktif — paling umum program gratis ongkir — plus biaya layanan lain. Cek rincian biaya per pesanan di seller center: di sana semua komponen potongan tercantum per transaksi.
Apakah ikut program gratis ongkir itu rugi? Belum tentu. Gratis ongkir umumnya menaikkan konversi, jadi pertanyaannya bukan "rugi atau tidak" tapi "apakah tambahan penjualannya menutup tambahan potongannya". Uji per kategori: bandingkan penjualan dan profit saat program aktif vs tidak.
Bagaimana cara jualan online tanpa potongan? Lewat kanal milik sendiri: toko online dengan checkout sendiri, atau closing langsung via WhatsApp. Kamu tetap membayar biaya tools dan payment gateway, tapi keduanya jauh lebih kecil dan sebagian besar flat — tidak ikut membesar seiring omzet.
Kalau saya pindah ke toko sendiri, apakah pembeli mau ikut? Pembeli baru sulit; pembeli lama jauh lebih mudah — mereka sudah percaya tokomu. Karena itu strategi yang realistis bukan pindah total, tapi memindahkan repeat order ke kanal sendiri sambil marketplace tetap jalan untuk akuisisi.